NetBook Sheng T108 Dibalut Aluminium Siap Gebrak Pasaran China
Teknologi Informasi, Agen Travel Bandung Send feedback »
Anda memiliki laptop pribadi? Mungkin laptop yang Anda miliki tak seunik dengan apa yang akan Anda lihat dari laptop yang kini banyak diperbincangkan di Shenzhen, China. Apa yang unik dari laptop tersebut?
Kalau melihat dari desainnya, Anda pasti sudah sangat tahu bahwa laptop tersebut didesain khusus dengan bahan aluminium. Tidak terlalu jelek juga, tidak terlalu mewah juga. Cuma memang memiliki konsep desain yang benar-benar berbeda dari yang lainnya. Lalu apa yang ada dalam perangkat netbook aluminium ini.
Laptop aluminium ini dibekali dengan processor Atom N280, 2GB DDR2 dan kapasitas hardisk mencapai 250GB. Tidak ada yang terlalu istimewa di bagian dalam laptop ini. Selain itu kabarnya laptop ini menggunakan baterai 3-cell, ada 1 VGA port-nya, dukungan 802.11 b/g Wi-Fi, webcam serta SIM card slot untuk terkoneksi dengan jaringan 3G.
Tertarik memilikinya? Anda tentu tak perlu menghabiskan dana terlalu banyak untuk memiliki laptop ini, hanya dengan 300 USD atau sekitar 3 juta rupiah saja, Anda bisa memilikinya.

Banyak yang tidak tahu dan bertanya, bagaimana sebenarnya permusuhan Viking dengan the jak bermula. Mengapa timbul rasa benci dalam benak masing-masing dari mereka. Hingga kini, keduanya masih saja berseteru. Bahkan semakin meruncing.
Penyebabnya sepele dan manusiawi, rasa iri. Iri hati dan sirik inilah yang membuat keduany...a bermusuhan. Rentang waktu 1985 hingga 1995 adalah masa keemasan Persib. Sementara Viking yang berdiri tahun 1993 begitu setia mendukung klub kebanggaan warga Jawa Barat itu. Dimanapun Persib bermain, disana pasti ada Viking. Termasuk jika bermain di Jakarta. Semua menjadi lautan biru.
Inilah yang membuat anak muda ibukota iri. Selain kejayaan Persib kala itu, kesetiaan Viking membuat hati mereka panas. Saat itu muda-mudi betawi baru mampu membentuk kolompok kecil bernama Persija Fans Club. Walaupun begitu, kebesarkepalaan mereka sudah sangat menjadi. Hingga terjadilah insiden di stadion Menteng. Saat Persija menjamu Maung Bandung pada Liga Indonesia ke-2. Viking membirukan Ibukota dengan sekitar 9000 anggotanya. Sementara Persija Fans Club hanya berjumlah tak lebih dari 1000 orang. Rupanya bocah-bocah betawi itu tak rela kandangnya dikuasai supporter kota lain. Mereka pun membuat ulah. Seakan lupa jumlah mereka tak lebih dari 10% anak-anak Bandung. Hingga akhirnya, mereka mendapatkan akibatnya. Dengan kuantitas yang hanya satu tribun VIP, lemparan batu diarahkan Viking pada lokasi mereka menonton. Dan itu dilakukan Viking di Jakarta. Hal yang tidak berani dilakukan bocah Jakarta di Kota Kembang.
Singkat cerita, pada tahun 1997, muda-mudi ibukota ikut-ikutan membentuk perkumpulan supporter. Mereka menamakannya the jakmania. Kebodohan the jak terekspos keseluruh negeri ketika mereka tak berdaya menghadapi Viking dalam kuis Siapa Berani. Kuis yang menguji wawasan dan kemampuan berpikir. Itu merupakan edisi khusus kuis Siapa Berani, edisi supporter sepak bola. Menghadirkan Viking, the jak, Pasoepati (Solo), Aremania, dan ASI (Asosiasi Suporter Indonesia). Pemenangnya, Viking. Perwakilan Viking berhasil melewati babak bonus dan berhak atas uang tunai 10 juta rupiah. Seperti biasanya, rasa iri dari the jak muncul. Malu dikalahkan di kotanya sendiri, ketua the jak saat itu, Ferry Indra Syarif memukul Ali, seorang Viker yang menjadi pemenang kuis. Sungguh perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang ketua. Ketuanya saja begitu, apalagi anak buahnya?
Kejadian itu terjadi di kantin Indosiar, ketika dilangsungkannya acara pemberian hadiah. Kontan keributan sempat terjadi, namun berhasil diatasi. Kesirikan the jak tak sampai disitu. Mereka menghadang rombongan Viking dalam perjalanan pulang menuju Bandung, tepatnya di pintu tol Tomang. Anak-anak Bandung yang berjumlah 60 orang pulang dengan menggunakan dua mobil Mitsubishi Colt milik Indosiar dan satu mobil Dalmas milik kepolisian. Ketiga mobil ini dihadang sebuah Carry abu-abu. Dua lolos, namun nahas bagi salah satu Mitsubishi Colt yang ditumpangi para anggota Viking. Mobil itu terperangkap gerombolan the jak. Kontan, mobil dirusak, Viking disiksa, dan uang para pendukung pangeran biru itu pun dijarah. Termasuk handphone dan dompet mereka. Tercatat sembilan anggota Viking mengalami luka-luka. Tiga diantaranya terluka parah. Namun sayang, pihak kepolisian lamban dalam menyelesaikan kasus ini. Termasuk dalam menangkap the jak yang merampok dan menganiaya anggota Viking Persib Club.
Hingga saat ini perseteruan kedua kelompok supporter itu masih terus berlanjut. Viking, yang memiliki anggota terbanyak di Indonesia, memiliki kreatifitas tinggi, terbukti dengan julukan “Bandung kota mode, musik, dan seniman” (bahkan the jak pun belanja ke Bandung), dengan the jak yang memiliki title kota ibukota. Entah kapan ini berakhir…
Menarik sekali membahas pertemuan Persib dan Persija karena dua klub ini merupakan dua klub legendaris dan memiliki sejarah besar sejak zaman Perserikatan dulu. Aroma klasik dan dendam selalu mewarnai pertandingan ini. Mungkin tensi pertandingan ini setara dengan Inter vs Juventus di Serie-A atau Barcelona vs Real Madrid di La Liga.
Berbicara tentang klub, tentu tak lepas dari suporter. Ini yang cukup menarik. The Jak dan Viking sejak dulu selalu berseteru di dalam dan luar lapangan. Teror kepada pemain Persib dan Persija selalu terjadi setiap kedua tim itu bermain di Bandung ataupun Jakarta. Bentrokan antar kedua kubu acapkali terjadi. Bagaimana awal mula perseturuan kedua kubu itu berasal?? Ada beragam versi. Baca aja komen-komen di bawah. Saya juga bingung jadinya. Viking menyalahkan The Jak, The Jak menyalahkan Viking.
Hmmm.. apakah hanya Viking musuh The Jak? Setelah saya “berjalan-jalan” di dunia maya ternyata bukan hanya Viking yang membenci The Jak. Bonek, La Viola, Persipura mania, kabomania, bahkan North Jak yang sekota dengan The Jak pun sangat membenci suporter oranye itu.. Mungkin ini salah satu alas an viking membenci the jak?? Bisa dibilang musuh the jak sahabat viking, sahabta The Jak berarti musuhnya Viking.
Ditambah lagi ada film Romeo-Juliet yang kontroversial justru memperparah permusuhan The Jak dan Viking. Patutkah Kebencian Ini terus ada??? Rasanya memang susah menghapuskan luka dan dendam yang sudah ada. Memang permusuhan itu harus tetap ada tapi hanya sebatas di lapangan. Lihatlah Barcelonista dan Madridista, permusuhan mereka hanya di lapangan atau pun sebatas di website, hanya saling ejek. Tak pernah ada bentrok fisik, suporter bisa datang ke Madrid atau Barcelona. Tak pernah ada bentrokan. Atau lihat antara Milanisti dan Interisti. Saat Milan tak lolos Liga Champions, Interisti sangat puas dan mengejek AC Milan. Saat musim ini Milan tanpa gelar, Interisti membentangkan spanduk Milan Merda (merda= ejekan bahasa Italia) dan juga Zero Tituli (nol gelar) untuk mengejek Milan bukan mengejek Milanisti. Tapi mereka tetap bisa hidup rukun dalam satu kota. Bahkan saat derby berlangsung jarang sekali sada bentrokan. Kedua suporter bisa menonton dengan tenang.
Mengapa begitu? Karena di luar negeri berbeda dengan di sini. Di saana yang dibenci klubnya, kalo di sini yang dibenci suporternya. Interisti membenci AC Milan dan Juventus tapi tidak membenci Milanisti dan Juventini. Bisa diliat di FB pun ada grup anti Juventus dan antiMilan bukan anti Milanisti ataupun anti juventini.
Kalo di kita yang dibenci lebih pada suporternya bukan pada klubya. Ada grup antiViking, anti Jakmania. Bukan anti Persija atau anti Persib.
Intel pada hari Senin 21/12 meluncurkan generasi netbook Atom prosesor, baterai lebih lama dan meningkatkan kinerja sistem untuk laptop murah.

Single-core Atom N450 chip adalah 60 persen lebih kecil dibandingkan prosesor Atom yang ada, dan mengkonsumsi hampir 20 persen lebih sedikit daya, kata Anil Nanduri, direktur pemasaran di Intel netbook. Chip menarik sekitar 5,5 watt, menurut spesifikasi Intel. Tapak kecil chip juga bisa menyebabkan desain perangkat baru, seperti lebih tipis netbook dan tablet, kata Nanduri. Netbook dengan chip N450 akan ditampilkan oleh vendor besar mendatang Consumer Electronics Show yang akan diadakan di Las Vegas 7-10 Januari.
Perusahaan ini memiliki sekitar 80 desain netbook berdasarkan prosesor terbaru, kata Nanduri. Perusahaan tidak akan segera melepaskan harga untuk chip tersebut, namun mengatakan PC-PC baru akan tersedia pada poin harga netbook yang sudah ada.
Netbook berbiaya rendah PC ditandai dengan layar kecil dan keyboard, dan dirancang untuk berselancar di Internet dan menjalankan aplikasi dasar seperti pengolah kata. Ketika Asus memperkenalkan Eee PC pada 2007, dan hari ini, vendor termasuk Hewlett-Packard, Dell, Acer dan Lenovo menawarkan netbook.
N450 Atom akan berjalan pada clock speed 1.66GHz, yang sama dengan chip netbook Atom N280. Namun, perbaikan dalam N450 berasal dari ukuran chip yang lebih kecil, dengan mengintegrasikan grafik dan kontroler memori ke CPU. Multimedia N450 akan memproses lebih cepat dan bandwidth untuk membebaskan prosesor untuk berkomunikasi dengan komponen lainnya. Sebelumnya, grafis dan memory controller berada di luar CPU. Perbaikan grafis akan datang sebagai bantuan untuk netbook pengguna yang telah mengkritik chipset Atom dalam netbook saat ini untuk grafis terbatas dibandingkan dengan platform Ion Nvidia, yang colokan grafis GeForce inti ke dalam sebuah Atom chip untuk memberikan grafis 1080p penuh.
Grafis terintegrasi processor N450 mampu 720p high-definition grafis secara native, tapi Nanduri menegaskan prosesor N450 dimaksudkan untuk mengkonsumsi konten internet, tidak untuk bermain game grafis yang intensif atau melihat film resolusi tinggi.
"Ini bukan dimaksudkan untuk mengaitkan Blu-ray player ke sana," kata Nanduri. Namun, Intel mengesahkan teknologi dari perusahaan seperti Broadcom vendor dapat mengintegrasikan ke sistem dengan prosesor Atom untuk membiarkan user melihat 1080p penuh konten resolusi tinggi. Netbook powered by Atom N450 akan menjalankan Windows 7, Windows XP atau sistem operasi Linux, kata Nanduri.
Pengiriman Netbook mencapai sekitar 17 juta pada tahun 2008, dengan jumlah diperkirakan akan lebih dari dua kali lipat pada akhir tahun ini, menurut perusahaan riset DisplaySearch. Banyak pembelian netbook yang didorong oleh kemerosotan ekonomi akhir tahun lalu dan awal tahun ini dimana konsumen akan memperketat pengeluaran. Nanduri mengakui netbook bisa terancam oleh ultrathin laptop yang ditawarkan pada poin harga yang kompetitif. Ultrathin laptop laptop yang ringan sebagai portabel sebagai netbook, tetapi memberikan kinerja untuk menjalankan sebagian besar aplikasi seperti high-definition multimedia atau gaming kasual. Intel persediaan chip di bawah Celeron, Pentium dan Core ultrathin merek untuk laptop.
Intel juga meluncurkan dua prosesor Atom biaya rendah, faktor bentuk desktop kecil. Single-core Atom D410 dan dual-core D510 beroperasi pada kecepatan clock 1.66GHz dan mencakup 512KB dan cache 1MB dari masing-masing. D410 menarik sekitar 10 watt daya, sementara D510 menarik 13 watt.
KOMPAS.com — Perkembangan situs jejaring sosial, seperti Facebook, tak hanya menyenangkan pemakainya. Kehadiran situs ini juga membuka peluang usaha baru, khususnya bagi para pengembang game animasi untuk memasarkan produk. Mereka berlomba membuat dan menjual game. Misalnya, jenis flash game.
Abigdev adalah salah satu perusahaan pengembang game dari Bandung yang menangkap fenomena ini untuk mengembangkan usaha. Pengelola Abigdev yang sekaligus merupakan pembuat game animasi, Fajar Persada, mengatakan bahwa minat pengguna Facebook untuk bermain game lumayan tinggi. "Dalam satu hari ada sekitar 10.000 user yang memakai satu flash game," ujar Fajar.
Hingga kini, Abigdev sudah meluncurkan delapan jenis game di berbagai situs jejaring online. Fajar mengaku selalu mengusung tema game yang berbau edukasi. Beberapa game bikinan Abigdev adalah Nusachallenge dan Angklung Heroes Game. Pengguna Facebook bisa memainkan permainan Nusachallenge.
Ke depan, Abigdev ingin terus mengembangkan permainan yang siap pakai dan siap untuk dijual. Harga satu game itu sekitar 600 dollar AS. "Harga semakin mahal jika game itu menawarkan konten yang semakin canggih atau menyediakan banyak efek game," ujarnya.
Sebagian besar game buatan Abigdev memakai teknologi tiga dimensi (3D). Nah, harga game yang membutuhkan space lebih besar dan dengan konten yang lebih canggih ini mencapai 1.000 dollar AS.
Fajar mengatakan, penentuan harga ini mengacu pada harga game portal online di pasar internasional. "Jadi, kami di sini bersaing dengan pembuat game animasi dari luar," papar Fajar.
"Gamer" gampang bosan
Kebanyakan penggemar game alias gamer cepat bosan terhadap satu permainan. Kebiasaan ini membuat bisnis pembuatan game animasi ini masih terbuka lebar. Fajar memperkirakan, tiap satu game paling lama bertahan antara dua dan tiga tahun dengan jumlah user antara satu juta dan tiga juta orang. Ketika gamer mulai meninggalkan sebuah permainan, itu artinya pengembang harus membuat game yang baru.
Untuk membuat satu game dibutuhkan satu tim yang beranggotakan tiga orang. Pembuatan game ini butuh waktu paling cepat sekitar dua bulan. Yang paling lama, ungkap Fajar, adalah proses pembuatan konsep game.
Pembuat game harus melakukan riset untuk mengetahui tren game yang banyak diminati. Saat ini, dunia game masih berkiblat pada dua negara, Korea dan Jepang. "Biasanya game itu pengembangan dari komik," kata Fajar.
Richard Kartawijaya, Wakil Ketua Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki), menilai bahwa peluang di bisnis pembuatan game animasi saat ini memang masih sangat terbuka lebar. Sifat gamer yang gampang bosan justru semakin menguntungkan.
Namun menurut Richard, pengelola situs jejaring sosial tentu tak mau rugi. Para pembeli konten itu menyukai game yang kreatif dan variatif. "Mereka hanya akan membeli game yang bisa bertahan lebih lama agar tidak tekor," ungkapnya.
Saat ini, sebanyak 60 persen game yang ada di Indonesia merupakan bikinan luar negeri. Sisanya baru buatan anak negeri. Richard menyebut ciri game lokal lebih bersifat edukatif. Sayang, game yang berkembang saat ini lebih banyak bergenre kekerasan.
"Pembuat dan pembelinya mungkin untung karena banyak peminat. Walau demikian, efek buat konsumen kurang baik," ujar Richard. (Dyah Megasari/KONTAN)
Written by harrybs on April 8, 2009 – 4:23 pm
Oleh : Laksono Budiarto, S.Kom Cara pandang Teknologi Informasi (TI) sebagai bentuk produk unggulan, semakin terasa menjadi bumerang. Sebuah contoh riil tentang hal ini adalah, dalam sebuah instansi memandang perlu adanya fasilitas hotspot seperti dimiliki oleh instansi-instansi lain, cara pandang bahwa hotspot adalah sebagai produk TI, sungguh akan berdampak besar dan sangat terasa bagi IT Developer-nya. Pengembang TI justru terbebani hanya oleh urusan bagaimana mengajari cara pemakaian hotspot, membuat rule tentang penggunaan hotspot, menyiapkan titik-titik access point sesuai permintaan dari masing-masing unit. Cara pandang keliru ini, tidak akan membuat IT kita menjadi maju, yang kita lakukan hanyalah mengejar ketinggalan, dan seperti hanya memperkaya peralatan saja. Bisa kita lihat, berapa instansi yang memiliki perangkat TI ber milyar-milyar rupiah, namun tak dapat dirasakan dampak TI -nya bagi siapapun? IT sebagai alat bantu… maksudnya ? Solusikah ? Memandang TI sebagai alat bantu, sebagai gambaran adalah, saat kita punya laptop dan bingung untuk akses internet, maka kita akan berkata, andaikan disini ada hotspot. Cara pandang inilah yang harus dipakai sebagai acuan pengembangan TI, apa ga sama dengan yang di atas ? tentu saja tidak. Jika adanya hotspot dikarenakan kebutuhan yang jelas-jelas ada, maka pengembang TI cukup dengan membangun fasilitas hotspot, untuk penggunaan, dapat dipastikan user sudah pasti tahu aturan mainnya. Akan jauh lebih bermanfaat apabila IT Developer dibebani tanggung jawab pada menggali ide pengembangan TI, bukan pada pelatihan komputer bagi pemula. Dan dampak dari adanya cara pandang TI sebagai tools, akan muncul banyak komunitas dari user yang mendukung peningkatan it-nya, termasuk perawatan. Tim pengembang TI tidak perlu bingung untuk membuat schedule pemantauan, mana titik hotspot yang mati, karena jika user benar-benar memandang hotspot sebagai kebutuhan, maka mereka yang akan berusaha menyampaikan itu ke pengembang TI. Maka cara pandang TI sebagai tools akan memunculkan IT culture, dimana budaya it ini, akan membuat orang malu jika tidak tahu cara menggunakan hotspot. Sebagai contoh riil pengembangan IT yang cukup berhasil di Indonesia adalah IT di bidang komunikasi telepone seluler. Bagaimana bisa disebut cukup berhasil. Tukang jual sayur-pun akan merasa malu jika tidak mengerti tentang kirim sms, misscall, hasilnya teknologi apapun yang berkaitan dengan handphone, maka akan demikian mudah diterima, dan dengan mudah pula ide cemerlang muncul dari perangkat ini. SMS gateway yang dimanfaatkan untuk sms pooling, sms informasi. Mobile banking, bahkan di kampus mulai muncul mobile campus. Cara pandang TI sebagai alat bantu, dimana kebutuhan akan pengembangan IT adalah digali dari pengguna, bukan karena apa yang kita mau, akan sangat berharga bagi pengembangan TI bangsa ini. Jika berkaca pada kalimat tersebut, bukankah hingga saat ini masih banyak orang yang tersesat di jalan, bahkan penduduk daerah setempat-pun kadang kebingunan dimana kantor kecamatannya ? banyak sekali informasi yang tidak sampai pada sasaran karena tidak ada teknologi yang mendukungnya. Ayo kita majukan TI negeri ini berbasis pada kebutuhan.
Tim Pengembang TIK, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang
Bola.net - Sebelum berangkat ke Makasar bersama tim Persib, striker Persib asal Cili, Christian Gonzales menyempatkan diri menyerahkan hewan kurbannya berupa kambing kepada pengurus DKM tempatnya tinggal di kawasan Antapani Kota Bandung, Jumat.
Christian Gonzales merupakan seorang mualaf setelah menikah dengan wanita Indonesia, Eva Siregar.
"Istri saya belikan kambingnya, semuanya diurus sama tetangga di sana," kata Christian Gonzales.
Gonzales mengaku, moment Hari Raya Idul Adha memberikan banyak hikmah bagi hidupnya setelah menjadi seorang muslim.
Namun keinginannya untuk tinggal bersama keluarga pada Hari Raya Idul Adha kali ini tak kesampaian, pasalnya ia harus berangkat sekitar pukul 10.00 WIB untuk menuju Makasar.
Selain Gonzales, para pemain Persib lainnya juga melakukan kurban seperti Atep, Gilang Angga, Aji Nurfijal, Eka Ramdani, Budi Sudarsono serta yang lainnya.
Mereka yang tinggal di Bandung menyempatkan Shalat Id dan memotong kurban beserta keluarganya, sedangkan bagi pemain asal luar daerah berkurban di rumah masing masing.
Seperti halnya Pelatih Jaya Hartono, yang berkurban kambing di kampung halamannya di Kediri.
"Saya potong kambing di rumah saya di Kediri, istri saya yang ngurus. Kurban itu wajib bagi mereka yang telah berpenghasilan. Saya juga ajak para pemain untuk berkurban dan bersedekah," kata Jaya Hartono.
Menurut Jaya, Idul Adha memberikan banyak pelajaran khususnya menyangkut kebiasaan berkorban dan kepedulian sosial. Melalui korban mengingatkan manusia untuk selalu berkorban karena Allah dan peduli terhadap sesamanya.
Sementara itu, Manajer Persib Bandung, H Umuh Muhtar menyembelih tiga ekor sapi di rumahnya di Jalan Desa Kelurahan Kiaracondong Kota Bandung. Daging kurban itu disebarkan kepada warga masyarakat di sekitar Kiaracondong.
"Di kampung saya ada 12 sapi yang disembelih, dagingnya dibagi-bagikan semua. Idul Adha memberikan banyak pelajaran bagi umat manusia untuk berbagi dan peduli lingkungan masing-masing," kata H Umuh yang juga ayah dari Ketua DPRD Kota Bandung H Erwan itu.
Sama seperti para pemain dan official Persib, H Umuh juga hanya sebentar gabung dengan para tetangganya dalam rangka menyembelih hewan kurban. Pria yang juga pengusaha di bidang jasa itu juga harus bergabung dengan tim untuk berangkat ke Makasar. (ant/lex)












Recent comments